Sabtu, 13 Juli 2019

Asam Urat Tidak Membuat Mbah Karsiman Berhenti Bekerja

Asam Urat Tidak Membuat Mbah Karsiman Berhenti Bekerja

Mencari pekerjaan saat ini bisa dibilang sulit. Banyak sekali lulusan-lulusan perguruan tinggi yang mencari lowongan-lowongan pekerjaan baik itu melalui koran, website, media sosial, dan lain sebagainya. Namun tak jarang usaha tersebut membuahkan hasil. Terkadang mereka harus menunggu sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Disaat orang lain sulit mencari pekerjaan, sosok pria yang satu ini justru bersyukur karena masih diberikan pekerjaan Sebut saja Mbah Karsiman. Ia merupakan salah satu penjual minuman di salah satu wilayah Kota Bandung. Semangatnya dalam mencari nafkah tentu saja tidak pernah putus. Hal ini ia lakukan tentu saja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Meskipun kakinya sulit untuk digerakan, namun Mbah Karsiman tidak pernah mengurungkan niatnya untuk berhenti bekerja.

Siapa sosok Mbah Karsiman?

Mbah Karsiman merupakan salah satu pria lansia yang tinggal di Jalan Jurang, Kota Bandung. Kegiatan sehari-harinya yaitu berjualan minuman di depan pom bensin Cipaganti, Bandung. Ia menjajakan dagangannya dengan menggunakan keranjang yang ukurannya tidak terlalu besar. Selain itu, Pak Karsiman sedikit kesulitan untuk berjalan dikarenakan kakinya sudah terkena asam urat sejak 2 tahun lalu. Dengan begitu, ia pun menggunakan alat semacam trolley untuk membantunya berjalan.

Mbah Karsiman sudah berjualan minuman sejak tahun 2000. Ia tidak pernah mengeluh dalam mencari uang karena ada keluarga yang harus Ia nafkahi. Penghasilan yang didapatkan setiap harinya tidak selalu mencukupi kebutuhan hidupnya. Jika pembeli sedang banyak, maka dagangannya pun bisa laku sampai habis. Sebaliknya jika hanya ada beberapa orang saja yang membeli dagangannya, maka uang yang didapatkan Mbah Karsiman bisa dibilang belum mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Mbah Karsiman yang kini usianya menginjak 80 tahun tentu saja tidak tetap bertahan hidup meskipun dalam keterbatasan. Baginya tetap bekerja keras merupakan suatu pekerjaan yang mulia. Ia tidak bisa begitu saja berdiam diri di rumah dan menunggu untuk dikasihani orang. Oleh karena itu, sampai detik ini ia masih bersemangat untuk berjualan. Ia pantang untuk meminta-minta karena menurutnya hal tersebut bukanlah suatu pekerjaan yang terpuji.

Wakaf Asuransi Syariah Allianz

Perjuangan Mbah Karsiman dalam mencari nafkah di usianya yang sudah tidak produktif tentu saja layak untuk mendapatkan apresiasi, salah satunya yaitu dengan mendapatkan asuransi wakaf dari Allianz. Asuransi wakaf Allianz dapat memberikan jaminan perlindungan berupa santunan asuransi jiwa dasar, santunan asuransi penyakit kritis, santunan asuransi cacat tetap total, dan asuransi penyakit kritis dan cacat tetap total.

Selain itu, Asuransi wakaf Allianz juga memiliki fitur-fitur unggulan seperti mendapatkan keberkahan pahala yang terus mengalir selama nilai wakaf dimanfaatkan, keringanan dalam mempersiapkan nilai wakaf melalui setoran kontribusi berkala, penyerahan nilai wakaf yang amanah, dan juga sumbangsih yang bermanfaat untuk sosial dan ekonomi masyarakat bersama. Dengan begitu, fitur unggulan dari Asuransi Wakaf Allianz bisa memberikan manfaat yang cukup besar dan bermanfaat.

Manfaat dan perlindungan dari Wakaf asuransi syariah tentu sangat layak untuk diberikan kepada Mbah Karsiman agar kelangsungan hidupnya di usia senjanya menjadi lebih terjamin. Mengingat usianya yang sudah menginjak 80 tahun, tidak menutup kemungkinan bahwa Mbah Sali sewaktu-waktu bisa terkena penyakit ringan maupun penyakit yang cukup serius. Dengan adanya Asuransi wakaf syariah, maka Mbah Karsiman tidak perlu khawatir lagi terkait jaminan kesehatan dan juga santunan jaminan lainnya. 

0 komentar:

Posting Komentar